STROKE

STROKE.... banyak orang yang sudah sering mendengar kata itu, bahkan ada beberapa yang sudah mengalaminya, tapi sedikit orang yang tahu gejala awal mula terjadinya stroke dan penyebabnya, sehingga tanpa disadari kita semua sedang menuju arah perjalanan ke penyakit itu, so yuk kita intip dan cari2 apa sih stroke itu?, bagaimana terjadinya apa penyebab dan pencetusnya dan bagaimana mencegah dan menghindarinya, moga bermanfaat untuk kita semua...^_^ intip yuuukk :

1. APA SIH STROKE ITU ?

(bahasa Inggris: stroke, cerebrovascular accident, CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel saraf di otak. Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Stroke adalah penyebab kematian yang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di Eropa (Jauch, 2005). Bila dapat diselamatkan, kadang-kadang penderita mengalami kelumpuhan di anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau kemampuan bicaranya. Beberapa tahun belakangan ini makin populer istilah serangan otak. Istilah ini berpadanan dengan istilah yang sudah dikenal luas, "serangan jantung".Stroke terjadi karena cabang pembuluh darah terhambat oleh emboli. Emboli bisa berupa kolesterol atau udara. (Sumber Wikipedia)
      
Stroke merupakan suatu penyakit defisit neurologis yang bersifat mendadak. Penyebabnya adalah gangguan pada aliran pembuluh darah di otak. beberapa hal yang dapat menyebabkan terganggunya aliran darah di otak antara lain adalah terbentuknya sumbatan pada pembuluh darah ( stroke iskemik ) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke perdarahan), yang sama – sama dapat menyebabkan aliran suplai darah ke otak terhenti dan muncul gejala kematian jaringan otak. Menurut dr.Yuda Turana Sp.S saat ini bukan hanya gejala kelemahan tubuh saja yang menjadi fokus utama tetapi bisa saja terkena gangguan pada fungsi kognitif seperti lupa mendadak, gelap satu mata, pusing, bicara pelo / cadel mendadak, gangguan menelan, kesemutan seluruh badan mendadak, gangguan keseimbangan mendadak.Stroke dapat menyebabkan gangguan baik fisik maupun emosional seseorang. (Sumber Medicastore)
             
        
2. PENYEBAB STROKE 

 Beberapa faktor resiko terjadinya stroke, antara lain:
A. Yang dapat dimodifikasi (diubah), seperti
  • Merokok
  • Alkohol
  • Diabetes
  • Hiperlipidemia (hiperkolesterol)
  • Obesitas
  • Penyakit Hipertensi yang tidak terkontrol dengan obat
B.  Yang tidak dapat dimodifikasi, seperti
  • Komorbid dengan penyakit jantung (penyakit jantung koroner)
  • Stenosis arteri karotis
  • Penyakit anemia sel sabit
  • Usia lanjut
  • Pengguna obat –obatan anti pembekuan darah
  • Memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi yg kronis (jangka waktu lama)
  • Memiliki riwayat gangguan pembuluh darah
  • Memiliki riwayat fibrilasi atrium
  • Memiliki riwayat gangguan pembekuan darah
  • Riwayat Stroke sebelumnya
Saat ini yang cukup memprihatinkan adalah meningkatnya kasus-kasus stroke pada usia muda yang diakibatkan tingkat stress yang tinggi dan kebiasaan pola hidup yang kurang sehat seperti sering mengkonsumsi makanan siap saji yang cukup banyak dan kurangnya olahraga.
kenapa untuk Faktor merokok dan diabetes diatas aku kasih huruf yang paliing besar dan aku tebelin?, karena suami ku itu adalah PENGGEMAR ROKOK dan KOPI , sudah berulangkali aku kasih saran dan masukan dari cara yang paling halus sampai aku omel2lin juga gak mempan :(   ada saran gak ? ...nih aku kasih lagi......

Merokok
Merokok merupakan faktor risiko stroke yang sebenarnya paling mudah diubah. Perokok berat menghadapi risiko lebih besar dibandingkan perokok ringan. Merokok hampir melipatgandakan risiko stroke iskemik, terlepas dari faktor risiko yang lain, dan dapat juga meningkatkan risiko subaraknoid hemoragik hingga 3,5 persen. Merokok adalah penyebab nyata kejadian stroke, yang lebih banyak terjadi pada usia dewasa muda ketimbang usia tengah baya atau lebih tua. Sesungguhnya, risiko stroke menurun dengan seketika setelah berhenti merokok dan terlihat jelas dalam periode 2-4 tahun setelah berhenti merokok. Perlu diketahui bahwa merokok memicu produksi fibrinogen (faktor penggumpal darah) lebih banyak sehingga merangsang timbulnya aterosklerosis.

Pada pasien perokok, kerusakan yang diakibatkan stroke jauh lebih parah karena dinding bagian dalam (endothelial) pada sistem pembuluh darah otak (serebrovaskular) biasanya sudah menjadi lemah. Ini menyebabkan kerusakan yang lebih besar lagi pada otak sebagai akibat bila terjadi stroke tahap kedua. (Sumber : thesecretalert.wordpress.com)
mudah- mudahan suami ku baca yaa....^_^......suamiku yang paling ganteng didunia ...plis deh jangan ngrokok yaaaaaaa honey.....mending uangnya yang buat beli rokok kasiin aku aja ntar aku beliin coklat..heheh ngarep.com...next lanjuuuttt..... 

3. JENIS - JENIS STROKE

Stroke hemorragik
Dalam stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Pendarahan dapat terjadi di seluruh bagian otak seperti caudate putamen; talamus; hipokampus; frontal, parietal, dan occipital cortex; hipotalamus; area suprakiasmatik; cerebellum; pons; dan midbrain.[3] Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik menyerang penderita hipertensi.[4]
Stroke hemorragik terbagi menjadi subtipe intracerebral hemorrhage (ICH), subarachnoid hemorrhage (SAH),[5] cerebral venous thrombosis, dan spinal cord stroke.[6] ICH lebih lanjut terbagi menjadi parenchymal hemorrhage, hemorrhagic infarction, dan punctate hemorrhage.[3]

Stroke iskemik
Dalam stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri carotis interna merupakan cabang dari arteri carotis communis sedangkan arteri vertebralis merupakan cabang dari arteri subclavia. (Sumber: wikipedia)

Apa Itu TIA/ Stroke “mini”?
TIA merupakan suatu stroke yang berlangsung sesaat dan tidak menyebabkan gejala sisa apapun. Gejala berlangsung kurang dari 24 jam sehingga fungsi otak yang terganggu dapat kembali normal. Namun, TIA yang berulang dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang sewaktu-waktu dapat menyebar ke seluruh tubuh lewat pembuluh darah. Sekitar 1 dari 5 orang yang pernah mengalami TIA akan mengalami serangan stroke dalam waktu kurang lebih 3 bulan.  TIA harus diwaspadai sebagai kondisi kegawat daruratan sebab tidak ada jaminan akan sembuh dan fungsi akan kembali normal. Oleh karena itulah meskipun gejala sudah menghilang tetapi tetap harus dicek kembali di RS karena tidak ada bedanya dengan penanganan stroke. 
Gejala TIA sama seperti stroke , antara lain penglihatan ganda, pusing (vertigo), kehilangan keseimbangan, kelemahan satu sisi tubuh ataupun kelumpuhan tangan, kaki, wajah ataupun seluruh tubuh, tidak lancar berbicara dan tidak mengerti perintah. Bekuan darah yang terbentuk dapat menyumbat pembuluh darah di daerah retina sehingga menimbulkan gejala gangguan di mata seperti hilangnya penglihatan sementara (amaurosis fugax). 

4. KENALI SEGERA GEJALA KHAS STROKE (“Warning Sign”)

Perlu diingatkan lagi untuk gejala pada penderita stroke tidak hanya kelemahan tubuh saja yang menjadi fokus utama tetapi bisa terjadi gangguan pada fungsi kognitif yang bersifat mendadak, seperti:

  • Mendadak mati rasa, kesemutan dan kelemahan pada wajah, tangan, atau   kaki,  pada satu sisi tubuh atau    seluruh tubuh
  • Mendadak kebingungan, lupa mendadak, sulit berbicara ( Bicara tidak jelas / Pelo ) ataupun sulit mengerti
  • Mendadak muncul masalah penglihatan pada satu atau kedua mata (penglihatan ganda, penglihatan gelap)
  • Mendadak kesulitan berjalan, dan kehilangan keseimbangan tubuh/ terjatuh
  • Mendadak pusing berat tanpa sebab yang jelas

Kelainan neurologis yang terjadi lebih berat akan mengakibatkan koma atau stupor dan sifatnya menetap. Selain itu, stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi. Stroke bisa menyebabkan edema atau pembengkakan otak. Hal ini berbahaya karena ruang dalam tengkorak sangat terbatas. Tekanan yang timbul bisa lebih jauh merusak jaringan otak dan memperburuk kelainan neurologis, meskipun strokenya sendiri tidak bertambah luas.
Kita dapat mengenali gejala stroke dengan mudah dengan menggunakan tes FAST, merupakan sebuah singkatan yang terdiri dari:
                                                                                                                                                           
F    ace/Wajah     : Suruh orang tersebut tersenyum. Apakah satu sisi wajahnya merot?

A    rms/Lengan  : Suruh orang tersebut mengangkat kedua lengannya.
                             Apakah salah satu lengannya layuh?  

S     peech /Bicara  : Suruh orang tersebut mengulang kalimat sederhana..
                              Apakah bahasanya kacau? Dptkah dia mengulang kalimat dng benar?  

T    ime/Waktu    : Jika seseorang mengalami salah satu tanda-tanda diatas.
                            Waktu adalah penting.  Segera pergi ke rumahsakit.
                            Sel-sel otak sedang mengalami kerusakan   


Tangani Stroke Dengan Cepat
dr.Yuda Turana Sp.S mengungkapkan bahwa banyak persepsi yang salah dalam mengenal stroke, misalnya saat mengalami gejala stroke ada beberapa orang melakukan penusukan pada ujung – ujung jari menggunakan jarum dengan harapan akan mendapat kesembuhan. Namun bila hal tersebut dilakukan malah akan terjadi sebaliknya, dengan menusukkan jarum maka akan menyebabkan nyeri yang dapat memicu terjadinya kenaikan tekanan darah dan memperburuk keadaan stroke.

Ada juga yang memberikan ramuan – ramuan tradisional yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit dan menghilangkan gejala stroke, namun ada beberapa ramuan yang dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah yang bila diberikan pada penderita stroke perdarahan akan memperburuk keadaannya. Oleh karena itu sebaiknya dihindari pemberian ramuan atau obat – obatan tradisional sebelum diketahui dengan pasti apakah stroke iskemik ( sumbatan ) atau stroke perdarahan.

     “Waktu adalah Otak” itulah semboyan yang harus diingat oleh setiap orang, semakin cepat mendiagnosis dan mengobati maka tidak hanya menyelamatkan hidup tetapi dapat memulihkan keadaan semakin cepat.

Oleh karena itu semua maka sebaiknya bila muncul gejala stroke harus segera dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan secepat mungkin untuk dapat mencegah terjadinya perburukan keadaan.

Tujuan dalam penatalaksaan stroke iskemik adalah menghancurkan dan menghilangkan bekuan darah yang terbentuk dan menghalangi aliran darah ke otak. 
Obat – obatan yang sering dipakai untuk menangani stroke iskemik adalah anti platelet, contohnya aspirin. Aspirin diberikan dosis kecil. Di beberapa negara sudah dilakukan “Primary Prevention” dimana aspirin dikonsumsi tidak hanya saat terjadi serangan namun dikonsumsi secara terus menerus pada wanita setelah menopause dan pria dengan faktor resiko seperti Hiperlipidemik, Diabetes, Hipertensi, dan Obesitas sehingga dapt mencegah terjadinya stroke.. (Sumber: medicastore.com)
Untuk obat- obatannya lebih baik sepengetahuan dokter ahlinya dan konsultasikan, jangan pernah malu, ragu atau sungkan untuk bertanya dan berkonsultasi dengan dokter ahli yang merawat, karena dengan komunikasi dan kerjasama yang baik antara dokter, pasien dan keluarga yang merawat akan menemukan penanganan yang tepat, baik dan benar untuk si pasien.

5. Mencegah Terjadinya Stroke

Stroke merupakan suatu hasil akhir yang dari suatu proses faktor resiko, oleh karena itu dalam pencegahan sebaiknya kita menitik beratkan pada menjaga , mencegah, dan mengatasi faktor resiko. Sebagai contohnya adalah:
Memperbaiki keadaan hiperlipidemi, dengan cara memperbaiki pola makanan, Dapat pula dibantu dengan obat – obatan Hindari makanan yang terlalu manis karena dapat menaikkan kadar gula darah yang berarti bersiko tinggi bagi penderita diabetes mellitus. Demikian juga dengan mengonsumsi garam yang tidak terkendali. Makanan yang kecut/asam perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan keasaman dalam darah. Darah yang semakin asam akan semakin kental. Jika darah kental maka aliran dalam pembuluh darah terganggu yang beresiko terhadap terjadinya stroke.

  • Meningkatkan aktifitas fisik (olahraga teratur) Fungsi olahraga dalam mencegah stroke yaitu: Membakar lemak sehingga dapat menurunkan kolesterol penyumbat aliran darah, Meningkatkan kinerja kekuatan jantung shg pompa darah ke otak berjalan lancar, Gerak tubuh yang seimbang melancarkan pasokan darah ke seluruh organ Membuang  kotoran tubuh melalui keringat.
  • Menghentikan konsumsi rokok, Jangan menganggap remeh tentang pentingnya berhenti     merokok. Untuk berhenti merokok tidak peduli sejak    kapan mulai merokok, atau berapa banyak merokok.     Semakin cepat berhenti merokok maka akan    menurunkan resiko stroke
  • Menghentikan konsumsi alkohol
  • Mengurangi obesitas dengan menurunkan berat badan sesuai berat badan ideal dan olahraga teratur
  • Jika mempunyai penyakit diabetes, harus mengkonsumsi obat – obat diabetes teratur dan menjaga pola makan serta olahraga teratur
  • Jika mempunyai penyakit hipertensi, harus mengkonsomsi obat – obatan hipertensi teratur sehingga dapat menjaga tekanan darah stabil
  • Mengkonsumsi makanan sehat dan kaya nutrisi
  • Rutin memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan
  • Cegah kondisi stress

Istirahat yang cukup Pada saat istirahat banyak hal positif banyak terjadi di dalam tubuh kita. Urat syaraf yang mengendur, perbaikan sel-sel yang rusak, memberi istirahat bagi sebagian organ tubuh, proses detoksifikasi (menghilangkan racun), dan lain sebagainya. Selama tidur terjadi proses-proses pemulihan yang bermanfaat mengendalikan kondisi seseorang pada keadaan semula. Dengan begitu, kondisi tubuh yang awalnya mengalami kelelahan akan menjadi segar kembali. Jika proses ini terhambat, organ tubuh tidak bisa bekerja secara maksimal. Akibatnya, orang yang kurang tidur akan cepat lelah dan mengalami penurunan konsentrasi.Ikhlas menjalani semua yang terjadi dalam hidup kita dan mengembalikan semua kesulitan dan kesedihan pada Sang Pencipta, yakin bahwa Alloh akan selalu ada untuk hambanya ...^_^.                          (Sumber: medicastore.com)(Sumber:gejalastroke.com)
naaahhh atau melakukan PENILAIAN sendiri terhadap RESIKO STROKE jadi kita bisa tahu kita termasuk resiko tinggi atau tidak ...cekidot ^_^:

Masih Adakah Harapan Sembuh Dari Stroke
Menurut dr.Yuda Turana Sp.S , Stroke dapat sembuh sempurna atau tidak tergantung pada
  • Jenis stroke     : sumbatan atau perdarahan
  • Lokasi stroke
  • Besar atau kecilnya lesi
  • Faktor resiko
Bila lokasi di otak mengenai bagian – bagian yang sangat penting dan lesi cukup luas seperti pada batang otak maka prognosis kesembuhannya akan lebih buruk. Demikian juga jika stroke disertai dengan adanya fibrilasi atrium di jantung maka kemungkinan besar akan terjadi stroke berulang. Semakin faktor resiko tidak tertangani dengan baik maka prognosis akan semakin buruk.
Sebaliknya jika lokasi stroke di otak tidak mengenai bagian yang sangat penting dan luas lesi kecil dengan faktor resiko yang tertangani dengan baik maka stroke dapat sembuh sempurna
Oleh karena itu sebaiknya bila kita menemui gejala stroke maka sedini mungkin kita harus memeriksakan diri ke Rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan secepatnya, dan hindari persepsi yang salah mengenai stroke.(Sumber: medicastore.com)
Naaahhh semoga catatan dari beberapa referensi tersebut diatas , dapat membantu kita semua untuk lebih hati- hati, wasapada terhadap penyakit stroke dan dapat mendeteksi sedini mungkin datangnya penyakit tersebut, karena sebagai manusia makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna tentunya kita tidak ingin diri kita ataupun orang2 yang kita sayangi mengalami sakit atau penderitaan yang berkepanjangan, maka dari itu kalau bisa mencegah jangan sampai menunggu sakit...^_^






Postingan populer dari blog ini

I have a TX or a RX error code. What can I do?

Cara Reset Default Modem Huawei Model E960 Wireless Gateway

Biografi Singkat Timur Leste